Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Aceh Jaya Bahas Isu Perselisihan Hasil Pemilu Bersama Ketua KIP Aceh Jaya

Konsolidasi demokrasi bersama ketua KIP Aceh Jaya

Ketua Bawaslu Aceh Jaya, Muhammad Afzal dan anggota, Hidayatullah, berdialog dengan Ketua KIP Aceh jaya, Hendri Gunawan, dalam rangka melaksanakan konsolidasi demokrasi, bertempat di Wareh Kupi, Calang, (29/6/2026).

Calang | Perselisihan hasil pemilu menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menghambat penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Untuk memperkuat upaya pencegahan tersebut, Ketua Bawaslu Aceh Jaya Muhammad Afzal dan Anggota Bawaslu Aceh Jaya,Hidayatullah, berdiskusi dengan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Jaya, Hendri Gunawan, membahas berbagai isu dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), pada Senin (29/6/2026) di Wareh Kupi, Calang.

Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai berbagai potensi persoalan yang dapat memicu perselisihan hasil pemilu. Ketua Bawaslu Aceh Jaya, Muhammad Afzal, mengatakan bahwa “komunikasi dan koordinasi yang baik antara Bawaslu dan KIP merupakan salah satu kunci dalam mencegah potensi perselisihan hasil pemilu”. Menurutnya, kesamaan pemahaman terhadap setiap tahapan penyelenggaraan akan mendukung terwujudnya pemilu yang lebih berkualitas, berintegritas, serta mampu meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.

Selama kurang lebih satu setengah jam, Bawaslu dan KIP Aceh Jaya mengidentifikasi sejumlah faktor yang kerap menjadi perhatian dalam perselisihan hasil pemilu, di antaranya akurasi rekapitulasi penghitungan suara serta validitas data pemilih mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang

Bawaslu dan KIP Aceh Jaya menyatakan bahwa koordinasi dan komunikasi antarlembaga dapat terus diperkuat, tidak hanya saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga di luar tahapan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman, mencegah potensi sengketa sejak dini, serta mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas, transparan, dan berintegritas.

Penulis : Muzakir Ikram

Editor : Hidayatullah