Hidayatullah Dorong Kolaborasi Bawaslu dan PWI Cegah Hoaks dalam Penyelenggaraan Pemilu
|
Calang, Bawaslu Aceh Jaya - Anggota Bawaslu Aceh Jaya sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Hidayatullah, menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan insan pers dalam mencegah penyebaran disinformasi serta hoaks yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Jaya, Aswar Dani, di Warung Kopi Halimun, Calang, Senin (20/7/2026).
Hidayatullah mengatakan kolaborasi dengan insan pers menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan disinformasi dan hoaks. Karena itu, sinergi antara Bawaslu dan PWI perlu terus diperkuat sebagai upaya bersama mencegah berkembangnya disinformasi dan hoaks yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi.
Dalam diskusi tersebut, Aswar Dani menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kepemiluan. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga diiringi dengan meningkatnya penyebaran disinformasi dan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat, memengaruhi preferensi politik pemilih, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.
Pembahasan juga menekankan bahwa pencegahan disinformasi dan hoaks tidak dapat dibebankan hanya kepada penyelenggara pemilu. Diperlukan sinergi antara Bawaslu, media massa, pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem informasi yang sehat serta memperkuat kualitas demokrasi.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Aceh Jaya akan memperkuat koordinasi dengan PWI Aceh Jaya dalam penyebarluasan informasi kepemiluan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, kolaborasi dengan insan pers akan terus didorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran disinformasi dan hoaks menjelang tahapan Pemilu 2029.
Penulis : Muzakir Ikram
Editor : Hidayatullah