Pasca Lulus SKPP Nasional, Muliadi Paparkan Program Rencana Aksinya Di Masyarakat
|
Calang. Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Jaya melaksanakan Rapat Dalam Kantor (RDK) tentang pemaparan tindak lanjut rencana aksi program alumni SKPP Aceh Jaya pasca lulus Sekolah Kader Pengawas Partisipatif Nasional di Bogor, kegiatan ini diikuti oleh semua jajaran di Sekretariat Panwaslih Aceh Jaya pada Selasa 25/11/2020.
Pemaparan rencana aksi program Pengawas Partisipatif tersebut merupakan tindak lanjut aksi alumni SKPP Muliadi setelah menyelesaikan pendidikan sekolah kader Pengawas Partisipaf tingkat Nasional baru baru ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota komisioner, Korsek serta staff sekretariat Panwaslih Aceh Jaya.
Bersama dengan rekan SKPP Aceh Jaya lainnya Muliadi saat ini sedang menggagas sebuah komunitas Forum Literasi Sadar Demokrasi (FLSD) sebagai pusat transformasi pendidikan politik mengenai bahayanya money politik. Forum komunitas ini nantinya akan melakukan beberapa hal, antara lain, pembagian buku saku pemilu demokratis sebagai panduan kepada anggota komunitas dan masyarakat, dalam buku tersebut menjelaskan bagaimana masyarakat mengambil peran dalam melakukan pengawasan partisipatif.
Program berikutnya yaitu akan diadakan Ngobrol Pilkada (NGOPI) atau ngobrol pemilu dilakukan secara langsung maupun daring melalui media social dan beberapa aplikasi.
selain itu, sosialisasi pemanfaatan aplikasi GOWASLU untuk melaporkan pelanggaran pemilu merupakan bagian pengawasan partisipatif yang akan menjadi rencana aksi dalam programnya, ucap Muliadi dalam paparan karya ilmiahnya. Untuk mencapai target tersebut akan dilakukan pendekatan komunitas mahasiswa dan forum keagamaan.
“sekarang masyarakat sangat mendengarkan fatwa ulama, tengku, makanya jika kita ingin masyarakat tidak melakukan money politik maka kita dekati ulama untuk menyampaikan bahaya money politik di setiap mimbar-mimbar ceramah para ulama, untuk metode pendekatan kami akan kedepankan pendekatan kekeluargaan”. Ungkap Muliadi.
“Forum ini akan berkoordinasi dan berharap dapat bekerjasama dengan Panwaslih Kabupaten Aceh Jaya untuk kelancaran rencana aksi kami” pungkasnya.
Ketua Panwaslih Aceh Jaya pada kegiatan tersebut memberikan beberapa saran antara lain, untuk memudahkan aksi, sebaiknya membuat pemetaan komunitas yang akan jadi target sosialisasi dan target sebagai mitra, pemetaan tersebut menurut daerah tingkat desa, kecamatan, kabupaten untuk bergabung dan menyebar isu isu tolak politik uang.
Selain itu, sosialisasi bahaya money politik melalui jejaring media sosial sekarang memang sangat strategis, dan untuk isi konten Blog sebaiknya juga diperkaya dengan opini-opini tentang isu politik dan pemilu, baik yang terjadi di Aceh Jaya maupun di wilayah Indonesia lainnya.
Selanjutnya, Kamaruzzaman menyampaikan bahwa Panwaslih Aceh Jaya siap mendampingi alumni SKPP Aceh Jaya dalam menjalankan rencana program aksinya.
“Panwaslih Kabupaten Aceh Jaya akan selalu mendampingi program dan aksi adik adik SKPP semaksimal mungkin, sesuai arahan oleh Bawaslu RI, dan kita berharap forum ini dan program aksinya akan terlasana dengan baik , dan yang diharapkan oleh Bawaslu RI kepada peserta SKPP tidak muluk-muluk, minimal lulusan SKPP ini mampu menyadarkan lingkungannya sendiri, kampungnya, saudara saudaranya, keluarganya dalam menolak politik uang.” Ungkap Kamaruzzaman.
Senada itu Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menyampaikan,” Money Politik pemahamannya cukup luas tidak hanya dalam bentuk uang, kendala bagi pengawas saat pemilu itu pada saat pembuktian, karena kita tidak bisa menutup mata bahwa ada keterkaitan keduabelah pihak antara pemberi dan penerima terhadap money politik, jadi edukasi terhadap masyarakat memang sangat dibutuhkan”, ujar Zahrah Ma’udah
Hal senada juga disampaikan Koordinator SDMO dan Datin, mengapresiasi rencana aksi yang telah disusun “semoga dengan adanya adik adik SKPP daring menjadi perpanjangan tangan Panwaslih Aceh Jaya dalam hal melakukan pengawasan money politik dan langkah langkah pencegahannya” ujar Nurhayati. (YZ)
Editor: Kamaruzzaman
[Humas Panwaslih Aceh Jaya]