Lompat ke isi utama

Berita

Mendeteksi Konten Hoaks: Jangan Asal Sebar sebelum Disaring

Infografis mengenai panduan mendeteksi hoaks

Infografis mengenai panduan mendeteksi hoaks dan saring sebelum sharing

Di era serba digital seperti sekarang, informasi beredar sangat cepat tanpa henti. Tetapi yang perlu kita ketahui, tidak semua informasi itu benar. Berita bohong atau hoaks sering kali sengaja disebarkan melalui media social, grup percakapan instan, maupun pesan berantai. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu salah paham, memecah belah masyarakat, dan merusak jalannya Pemilu.

Sebagai lembaga pengawas, Bawaslu mengajak kita semua untuk lebih teliti. Prinsip "Saring Sebelum Sharing" bukan cuma slogan, tapi langkah nyata yang bisa kita lakukan bersama untuk menjaga Pemilu tetap aman, jujur, dan kondusif.

Sebenarnya, kabar bohong punya pola yang cukup mudah kita kenali. Biasanya, pembuat hoaks sengaja memanfaatkan emosi pembaca. Nah, ini beberapa ciri hoaks yang perlu kita waspadai:

  1. Sengaja Memancing Emosi: Isinya dibuat sedemikian rupa supaya pembaca langsung merasa marah, panik, benci, atau kelewat heboh.

  2. Judul yang Terlalu Bikin Kaget: Judulnya dibuat sangat heboh dan provokatif, padahal saat dibaca, isinya beda atau tidak menyambung sama sekali.

  3. Sumbernya Tidak Jelas: Biasanya cuma berupa pesan berantai, tautan web yang asing, atau diunggah oleh akun-akun anonim tanpa identitas resmi.

  4. Alurnya Tidak Masuk Akal: Menggunakan klaim yang aneh, tidak logis, atau bertolak belakang dengan aturan hukum yang sebenarnya.

Langkah mudah cek informasi sendiri

Biar kita tidak gampang terkecoh, ada lima cara praktis yang bisa diterapkan sebelum jempol kita menekan tombol share:

  • Cek Sumber Beritanya: Pastikan informasi tersebut berasal dari media massa yang terpercaya atau akun resmi lembaga berwenang, bukan akun tanpa nama.

  • Manfaatkan Situs Cek Fakta: Kita bisa mengecek kebenarannya lewat platform verifikasi seperti situs Kominfo.

  • Pakai Logika: Cermati baik-baik isinya. Apakah narasinya terasa aneh, janggal, atau seperti karangan saja?

  • Cek Foto dan Video: Lakukan penelusuran gambar (reverse image search) untuk memastikan foto yang dipakai bukan hasil rekayasa, dipotong-potong, atau foto kejadian lama.

  • Lihat Kolom Komentar: Perhatikan reaksi netizen. Kalau isinya didominasi saling ejek, ujaran kebencian, atau ajakan bermusuhan, kemungkinan besar konten tersebut memang sengaja dibuat untuk memprovokasi.

Mari jaga ruang digital kita

Menjaga kebersihan ruang digital adalah tanggung jawab kita bersama, baik dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari maupun saat saat tahapan pemilu berlangsung. Dengan bijak menyaring informasi, kita menjadi warga negara yang aktif melindungi persatuan dari bahaya perpecahan.

Penulis : Muzakir Ikram

Editor : Hidayatullah